Aku Memang Dungu

Aku Memang Dungu

Aku memang dungu.
Tapi hatiku bukan batu.
Aku memang belagu.
Tapi hatiku punya cemburu...

Aku memang selalu salah.
Tapi hatiku sekalu resah.
Aku memang orang susah.
Tapi hatiku tak akan pasrah.

Setiap beban dan dosa yang pernah kita lalui...
Setiap rintangan dan cobaan yang pernah kita hadapi.
Kita selalu bisa lalui agar kembali bersatu.
Tapi aku bukan batu.
Aku bukanlah orang selalu tabah menatapmu berlalu dan melaju didepan mataku.
Dulu mungkin aku masih kuat...
Dulu aku masih mampu.
Namun waktu telah membuatku rapuh.
Usia yang menghantuiku.
Aku kalah dan harus mengalah.
Aku kalah karena keadaan.
Tubuh rentanku tlah menyadarkanku.
Menyadarkanku akan dirimu.

Dirimu yang masih banyak waktu.
Dirimu yang masih punya harapan baru.
Sementara aku?
Aku hanyalah batu...
Batu tua yang teronggok disudut pintu.
Hanya bisa diam membisu.
Hanya bisa diam membiarkan kau berlalu.
Anak Tangga Yang Terlupakan...

Anak Tangga Yang Terlupakan...

Bagaikan anak tangga yg hanya bisa diinjak dan ditinggalkan...
Manusia kadang lupa akan sesuatu yang telah dia laluinya...
Mereka tidak pernah sadar kalau jalan tersebut telah mengangkat derajatnya ketempat yang lebih tinggi...
Mereka lupa...
Mereka merasa bahwa semua itu adalah usahanya...
Adalah takdir dan nasibnya...
Mereka lupa anak tangga yang telah memberinya jalan...
Anak tangga yang memikul beban...
Anak tangga yang berusaha tegar menahan beban...
Sementara manusia hanya bisa berkata... 
itu semuanya tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan keadaannya saat ini..
Rasa angkuh dan sombong akan keberhasilannya...
Jangankan untuk berterimakasih...
Untuk melirik kebelakang dan mengucapkan "Selamat Tinggalpun" rasanya enggan...
Sementara anak tangga hanya bisa diam...
Tersenyum dalam kesendiriannya...
Karena apa yang telah dia berikan semuanya...
Adalah ketulusan...
Dia hanya bisa memendam rasa bila ada orang yang menggapnya tak berarti...
Dia hanya bisa diam diguyur air hujan dan panasnya terik matahari...
Dia hanya bisa diam dengan kerapuhan tulang-tulangnya yang lambat laun mulai menggerogotinya...
Dia hanya bisa diam disaat ada yang harus menggantikannya...
Dia hanya bisa diam...
Diam tanpa dihargai
Dan diam tanpa ada yang mengingatnya...
Betapa dia telah begitu lama menahan beban orang-orang yang telah melaluinya...
Dia "Ikhlas dan pasrah"...
Diam... Diam dan diam :')
Back To Top